Salatiga — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan The 6th Annual International Conference on Islamic Economics and Business (AICIEB) 2025 pada Rabu, 26 November 2025 di Laras Asri Resort and Spa, Salatiga. Acara ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu luring dan daring melalui Zoom Meeting.
Dengan mengusung tema “Economic Resilience and Business Agility in the AI Era”, AICIEB 2025 menjadi forum akademik internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk membahas isu strategis ekonomi dan bisnis Islam di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin, M.Ag., serta dihadiri Dekan FEBI UIN Salatiga, Prof. Dr. Agus Waluyo, M.Ag. Ketua Panitia AICIEB 2025, Dr. Fetria Eka Yudiana, M.Si., menyampaikan bahwa acara ini merupakan upaya FEBI UIN Salatiga dalam memperkuat kontribusi akademik ekonomi dan bisnis Islam di tingkat nasional dan internasional.
AICIEB 2025 menghadirkan pembicara internasional dan nasional, yaitu Adnan Alfatiri, MSc.Fin (Fatoni University, Thailand), Prof. Dr. Gazi Md Nurul Islam (Universiti Tun Abdul Razak, Malaysia), Assoc. Prof. Dr. Jawad Z. Salic, ShL, LPT (Mindanao State University, Filipina), serta Prof. Mochlasin, M.Ag. dari UIN Salatiga.
Turut hadir dalam acara ini, Kabiro UAPK dan civitas akademik UIN salatiga, perwakilan PTKIN se-Jawa Tengah, Mitra FEBI UIN Salatiga, perwakilan Pemerintah Kota Salatiga, serta unsur organisasi kemasyarakatan (Ormas) sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan jejaring dan kolaborasi akademik.
AICIEB 2025 mendapat antusiasme tinggi dari peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi, baik dari dalam maupun luar negeri, serta menjadi wadah pertukaran gagasan dan pengalaman akademik lintas negara. Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Salatiga diharapkan terus berperan aktif dalam pengembangan keilmuan ekonomi dan bisnis Islam serta berkontribusi dalam menghadapi transformasi digital global.